Untuk Hilang

 on Monday, September 22, 2014  

Hilang selalu identik dengan kesedihan. Itu aku ketahui sejak aku tercipta. Aku dibentuk dengan teliti dan seksama agar jati diriku tetap terjaga. Sungguh duka diri ini kala aku tahu, aku harus lenyap dari dunia ini. Ya, betul aku diciptakan untuk hilang. Sesak diri ini menyadari diri ini akan menguap, hilang bersama hembus udara. Kalau memang harus hilang, untuk apa sebenarnya aku tercipta? 

Bentukku memang tak terlalu istimewa. Kau yang melihatkupun tak kan dua kali menengok aku. Tak ada yang menarik dariku. Walau sedikit halus tapi sebenarnya itu juga tidak berarti. Semua biasa saja. Namun dari tang biasa inilah akan muncul sesuatu yang berguna. Untukmu, ya, hanya untukmu. Tak secuilpun untukku. 

Kalau aku tak hilang, maka apalah artinya aku. Ini kusadari saat matahari telah menghilang dari tahtanya diatas sana. Jalur – jalur cahayanya mulai meredup, meninggalkan semua yang ada disini dalam kekelaman. Hilang senyum dari bibir mungilnya. Jari kecilnya menjamahku, merengkuhku. Memasangku pada tempat yang semestinya. 

Tak lama, tangan-tangan kecil itu membakarku. Ya, terbakar dengan pasti. Panas. Tapi inilah yang harus aku kerjakan. Kuterangi seluruh ruangan tanpa lampu listrik ini. Hanya aku yang bersinar disini. Semua membutuhkan aku. Semua bahagia karena sinarku. Aku terbakar dan sedikit demi sedikit hilang ditelan panas ini. 

Namun yang aneh, aku tak merasa sedih, tak merasa kecewa. Aku senang aku bahagia. Karena aku telah membawa kegembiraan, kesenangan untuk yang lain. Tanpa aku mereka akan sedih. Terkapar dalam hitam gelap. 

 
Semakin kecil tubuhku, hatiku semakin bahagia. Ahhhh, tinggal beberapa menit lagi aku akan hilang, digantikan teman yang kembar denganku. Bahagiaku memuncak, melihat bocah kecil itu telah mengerjakan tugas sekolahnya dengan baik. Belajar lebih nyaman dibawah semburat sinarku. Aku telah hilang tapi aku memberi arti. 

Jangan biarkan dirimu dalam kesedihan karena sebuah kehilangan. Karena kadang kehilangan ini membawa arti tersendiri yang membahagiakan. Semua kehilangan pasti membawa hikmat tersendiri. Contohnya aku. 

Aku , lilin kecil, milik bocah kecil penghuni pondok sederhana di bantaran sungai.
Untuk Hilang 4.5 5 Agustinus Darto Iwan Setiawan Monday, September 22, 2014 GiveAway, GA, Lilin, Hilang, Penerang Hilang selalu identik dengan kesedihan. Itu aku ketahui sejak aku tercipta. Aku dibentuk dengan teliti dan seksama agar jati diriku tetap t...


19 comments:

  1. ah lilin,
    kau memang diciptakan untuk hilang, tapi kau telah membantu banyak orang
    ya... tidak selamanya hilang itu menyedihkan :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua pasti ada hikmahnya. yang tak ada suatu saat pasti jadi ada. Tuhan tidak tiudr.

      Delete
  2. lilin si tanpa tanda jasa ya Mas Darto, dia rela terbakar untuk menerangi sekitarnya, meskipun tak begitu gemerlap sinarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak Uniek.... kadang merenung kalau inget si lilin ini

      Delete
  3. Dan kau lilin lilin kecil
    Sanggupkah kau memberi seisi dunia...hehehe jadi inget lagu almarhum chrisye, lilin lilin kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gelap ini akankah berganti ........
      Hehehehe , makasih kunjungannya

      Delete
  4. lilin ini sangat berharga buat si bocah kecil ya. Jadi inget lampu templok yang menemaniku belajar saat aku kecil dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. templok = java lamp , pas banget dengan nama weblog ini, hehehehe. matur suwun kunjungannya ... :D

      Delete
  5. Lilin rela membakar dirinya demi menerangi kehidupan yg lain

    ReplyDelete
  6. Nunggu lilin kecil jadi petromak kemudian jadi lampu yang menyinari malam diseluruh kota :)

    ReplyDelete
  7. Kecil, rapuh, umur pendek, tapi memberi manfaat. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, sering kali kita meremehkan yang se-tipe ini

      Delete
  8. Renungan yang asyik nih hehe. Jadi inget lagunya Queen mas, who wants to live forever...

    ReplyDelete
    Replies
    1. No one can live forever, hanya bagaimana arti saat kita hidup yang terpenting

      Delete

Silakan berkomentar ....