Membawa HP ke sekolah? Perlukah?



“Kak Lintang, ni HP kamu ketinggalan”, seru seorang ibu di pagi hari, saat putrinya mau berangkat ke sekolah. “Emang Lintang tinggal kok mah, soalnya kemarin pak Kepala Sekolah dah bilang, murid gak boleh bawa HP ke sekolah” , balas putrinya. “ Oh ya udah…. Ati ati ya”, ucap ibu itu. “Ya mah”, jawab sang putri menutup pembicaraan.

Kejadian diatas merupakan sebuah kisah nyata. Sekolah melarang murid membawa HP ke sekolah. Kenapa? Alasan yang diberikan pihak sekolah adalah untuk menghindari peredaran video-video porno di sekolah. Selain itu HP dinilai bisa mengganggu proses belajar mengajar. Bisa saja ada telepon atau SMS masuk pas proses belajar berlangsung. Alasan ini bisa diterima. Tapi yang perlu kita pahami juga bahwa tidak semua siswa menyimpan foto atau video porno HP miliknya.

Namun apakah HP hanya memberikan dampak buruk? Fungsi utama dari HP adalah untuk berkomunikasi. HP juga sudah bukan barang mewah atau barang yang langka di kalangan anak sekolah. Baik itu SMP ataupun SMA. Sebenarnya teknologi yang satu ini juga memberikan dampak positif. Hal inilah yang menimbulkan pro dan kontra.
HP bisa dimanfaatkan menjadi “perpustakaan pribadi” dengan adanya koneksi internet didalamnya. Dulu, untuk menggali informasi dari internet kita harus pergi ke warnet atau bergantian di lab komputer sekolah. Namun sekarang cukup pakai HP , informasi internet sudah ditangan.

Bisa pula HP dimanfaatkan sebagai sarana proses pembelajaran dengan cara mengirimkan tugas dari guru ke siswa. Atau pihak sekolah bisa membuat website resmi atau Blog dimana di dalamnya disediakan informasi edukatif dan dapat diakses pakai HP siswa. Guru di sekolah bisa berperan sebagai kontributor dengan menyusun resume bahan ajar yang akan dan atau telah dibahas di ruang kelas. Atau bisa pula dengan cara-cara lainnya.

Yang menjadi penting disini sebenarnya adalah penanaman pengertian dan etika penggunaan HP di sekolah. Harus diajarkan etika berkomunikasi lewat perangkat canggih ini. Siswa harus tahu kapan Hp boleh di hidupkan, dimatikan, , ataupun kapan harus di “silent”. Untuk memeinimalkan penyalahgunaan HP  di sekolah harus dilakukan pemantauan secara rutin dan berkesinambungan. Apabila pihak sekolah ditemukan penyimpangan dari penggunaan HP, siswa bisa diberi sanksi sesuai pelanggarannnya. Jika pelanggarannya dinilai berat, misal berbau porno atau kriminal, dapat diberi sanksi berat.

Apakah kita harus menilai HP sebagai barang “negatif” yang harus dihindari di sekolah? Tentu tidak. Kita bisa mempelajari dan mencari solusi untuk menekan dampak negatif dan memanfaatkan / menambah dampak positifnya.

Bawa HP ke sekolah menurut saya boleh boleh saja, tapi jangan sampai mengganggu proses belajar mengajar dan bagus lagi kalau bisa mendukung proses belajar mengajar itu sendiri.



Setuju?

14 comments:

  1. kalo masih SD setuju gak boleh, kayak anakku kalau pulang gasik dia minta tlg ke walikelasnya buat sms supaya segera dijemput ... jipake

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artinya ... HP sah sah saja dibawa ke sekolah kan ?

      Delete
  2. Jaman sekarang anak kecil dari tingkat TK maupun SD sudah tidak asing dengan yang namanya gadget. Jadi sebagai ortu harus pandai menyikapinya dengan trus menanamkan moral serta kedisiplin dengan bahasa anak2 yg lebih simple dipahami.Tekankan unsur kepercayaan,kalo sdh membawa HP bisa diberi tgjwb.Benar demikian,kan.Niscaya mereka merasa dihargai dan mendengarkan saran ortu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul.. jangan larang HP nya tapi kita tanamkan penggunaannya secara bijak... kita yakin itu bisa dilakukan.

      Delete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. kalo begitu dek lintang yang diceritakan di atas sebaiknya dibelikan Hp Ericsson t10 (jadul) yang teknologi nya masih sebatas untuk berkirim message atau sms dan telepon ^_^ ... jadi resiko salah penggunaan bisa diminimalkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ide bagus juga... tapi yang pake , mau gak ya? hehehehehehe

      Delete
  5. Kebetulan saya sendiri bekerja di lingkungan pendidikan,
    Sanksipun harus kita berlakukan pada siswa jika ada penyalahgunaan HP, tapi untuk membatasi penggunaannya semua siswa diwajibkan menitipkan HPnya di petugas khusus, baru kalau istirahat atau pulang bisa diambil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. asalkan aturan di selaraskan dengan kepentingan siswa dan guru, itu akan membawa kebaikan

      Delete
  6. ya ga bolehlah...
    emang bener itu semua adalah hal positifnya,,,
    yg saya ingin katakan adalah apakah semua orangtua siswa mampu membelikan anaknya handphone?

    perlu diingat bahwa tidak semua handphone memiliki kemampuan untuk memncari dan mengolah informasi,,tentu hal ini dapat mengakibatkan kecemburuan sosial di antara siswa... apalagi mengingat bahwa anak-anak memiliki kondisi psikologis yg belum matang sehingga merek akan merengek pada orangtuanya untuk dibelikan handphone yg lebih canggih..

    untuk keperluan informasi kan sekolah sekarang punya laboratorium komputer dgn fasilitas e-learning termasuk e-book dan internet.. jika mengandalkan handphone kan guru tidak akan tau apa yg sebenarnya dibuka oleh siswa,apakah situs pembelajaran atau situs yg tidak baik..

    dan untuk keperluan komunikasi dari siswa ke orangtua atau sebaliknya kan sekolah menyediakan telepon gratis di ruang guru..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, bener juga mbak Chindy, sy belum berpikir kesana.... makasih koreksinya mbak

      Delete
  7. Jaman sdh berubah...sekarang jamannya teknologi :) Klo penggunaan sih..utk sekolah saya setujunya utk kelas 1 SMP. Klo utk SD...boleh jg lah, namun utk fitur yg sederhana saja. Misal : HP model lama yg bsa berfungsi utk tlfn dan sms saja, non internet :) Karna anak masih labil..takut membuka konten yg tidak sesuai dgn usianya :) Postingannya bagus Pak, salam :)

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Silakan berkomentar ....