
Pembayaran tunai ditempat menjadi alternatif pilihan, bukan suatu keharusan. Hal ini menyebabkan munculnya tren baru yaitu pembayaran online.
Menjalankan bisnis online tanpa pembayaran online sepertinya susah untuk dijalankan. Kenapa harus pembayaran online? Karena metode pembayaran online ini dinilai bisa sangat memudahkan pembeli dan penjual. Sebagai Jika tahun tahun awal kita sering mengunakan transfer lewat bank atau dengan kartu kredit, maka akhir – akhir ini ada beberapa cara baru yang mulai naik daun.
Cara baru yang mulai digemari para pembeli online dan pemjual online adalah online payment gateway, atau dengan rekening bersama (rekber). Masing – masing metode pembayaran online memiliki keuntungan maupun kelemahan masing-masing.Ada yang menawarkan solusi pembayaran instan, cepat namun lemah dari segi keamanan.

Kadangkala kasus ini juga terjadi karena kesalahan pembeli sendiri. Pembeli yang telah satu atau dua kali bertransaksi telah “menempelkan” label terpercaya pada penjual online tersebut. Padahal dalam transaksi online, hal semacam ini tidal boleh dilakukan. Kewaspadaan harus terus dijaga.
Hal yang sama juga terjadi pada metode pembayaran online dengan kartu kredit. Berbeda dengan transfer langsung, metode ini dapat beresiko bagi penjual online karena legitimasi kartu kredit tidak dapat dipastikan. Belum lagi adanya beberapa prosedur yang kadang merepotkan, untuk mendapatkan rekening sebagai merchant.
Online payment gateway merupakan cara pembayaran baru namun memiliki resiko yang sama dengan cara transfer bank maupun dengan kartu kredit. Hanya bedanya, sebagai buyer Anda harus terlebih dahulu melakukan top-up saldo baik melalui transfer bank maupun kartu kredit ke rekening yang disediakan oleh layanan payment gateway, kecuali jika kita juga merupakan penjual yang bisa mendapatkan balance dari bisnis online yang dijalankan.
adek saya sering tuh beli online dengan kartu kredit. Terpaksa deh nerima tiap orang bawa barangnya kerumah. haha...
ReplyDeleteHehehehea, harus lebih berhati-hati
DeleteTerima kasih sudah datang ke blog ini
ReplyDelete